About this blog

TENTANG KOPAJA (KOmunitas Peduli Anak JAlanan)

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan) adalah komunitas yang bergerak dalam memanusiakan anak jalanan melalui pendidikan dan program-program pemberdayaan.

Pesantren Kilat Anak Jalanan (KOPAJA)

Komunitas Peduli Anak Jalanan (KOPAJA) memiliki salah satu misi untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa anak jalanan. Melalui misi KOPAJA yang satu ini kami mengajak dan merangkul seluruh masyarakat .

Tampilkan postingan dengan label Artikel News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel News. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2013

Persembahan Cinta (Dari Sahabat Kopaja Äisyah Lsety Lina")

Setiap hela nafas terbias bahagia
Menghirup aroma kebaikan yang makin dekat tercerna
Rintik gerimis kesyukuran pun mengalir penuh suka
Mendamba diri selalu bersama kalian di jalan-Nya



Teruntuk Sahabat sahabat Seperjuangan:


 

Hujan masih berbaris, menunggu waktu untuk menyapa penghuni bumi dengan senyum terindah yang mereka punya. Saya tertegun menatap satu persatu lembar demi lembar foto yang tersimpan rapi dalam memori.

Setahun lalu, kita tak pernah berkata sama. Setahun lalu, Saya, Anda, dia, mereka, masih berpencar dalam pendar menuju-Nya. Titik titik kesyukuran menyeruak setelah perlahan kita menjadi sebuah ikatan dalam setangkai mawar persahabatan. Membentuk komunitas, dalam kesamaan visi memajukan pendidikan anak anak terpinggirkan.

Saya bersyukur Allah mempertemukan kita dalam naungan ukhuwah dan jalan yang sama. Kita yang tadinya tak saling mengenal. Kita yang tadinya mungkin saja pernah berpapasan, dan tak pernah bertegur sapa, akhirnya berjalan beriringan menuju keridhoan-Nya lewat anak anak kecil bermata telaga itu.

Kalian, komunitas yang insya Allah akan selalu dianugerahi rahmat, berkah, dan hikmah hingga nanti, entah apakah kita masih bisa begini atau berpisah pada masanya. Dan yakinlah pada suatu pendapat, bahwa sebenarnya kita telah berteman jauh sebelum kita menyadarinya.

Ya, kita sudah ditautkan dalam untaian pertemanan oleh Allah, mungkin dalam Lauhul Mahfudz, dicatat dengan indah untuk mengemban amanah membimbing anak anak kecil bermata telaga itu menuju kehidupan yang lebih baik. :')

Alhamdulillah. Berjuta sujud tak mampu melukiskan betapa hebat takdir Allah mempertemukan kita dalam pertemuan yang indah, kisah yang indah, dan insya Allah, persahabatan yang indah hingga ke jannah-Nya. Aamiiin.

Terima kasih, atas kesempatan yang Engkau berikan, duhai Penguasa Hati, agar menjaga hati kami dengan menjaga hati hati kecil lainnya untuk berjalan di jalan yang Kau ridhai. Semoga amanah ini bisa kami tunaikan dan kami laksanakan dengan baik. :')

Teruntuk kalian, sahabat sahabat seperjuangan. Terima kasih atas semuanya. Maaf, tidak bisa saya ungkapkan dengan kata kata. Kalian mengajarkan begitu banyak hal pada diri yang papa ini. Tentang arti menerima, memberi, berbagi, dan peduli, menjaga hati, meluruskan hati, dan memelihara diri dari yang tak seharusnya melekat dalam nurani.:')




Keep istiqomah di jalan ini ya, sahabat sahabat pengajar di KOPAJA. Mungkin ini jejak yang bisa saya tinggalkan, dan mungkin bisa jadi kenang kenangan saat kita ditakdirkan berpisah untuk sebuah skenario lain yang lebih indah dari Allah.:')

Teruntuk adik adikku, Anak Anak Kecil Bermata Telaga

 



Belum menulis, dan air mata sudah mengalir mengingat betapa bahagia mata kalian melihat kedatangan kami. Membawa setitik kecil ilmu yang mungkin bisa membawa kalian menuju kehidupan yang lebih baik, khususnya di bidang pendidikan.

Bahkan, hujan deras pun kadang tak menyurutkan langkan menuju mushala kecil di lapak pemulung tempat kalian menimba ilmu bersama kami. Mushala kecil di rumah kalian, Lapak Pemulung.

Hati terenyuh mengingat betapa seorang Asep yang tadinya ngotot tidak mau ngaji, akhirnya luluh, dan berani belajar a ba ta tsa. Sementara teman teman lain yang berumur di bawahnya sudah sampai iqra' 3 sampai 6. Tidak malu untuk bertanya huruf Alif seperti apa. Tidak sungkan meminta bantuan membacakan surat pendek agar bisa dihafal saat shalat, karena ia selama ini malu bertanya kepada orang lain.:')

Tekad hati untuk jeda dan perlahan menjauh untuk menyiapkan diri agar siap berpisah dengan kalian pun runtuh mendengar cerita teman teman lain tentang tingkah polah kalian selama PKBM berlangsung. Kadang lucu, menggemaskan, atau kadang menyebalkan. Yah, itulah dunia kalian. Dunia anak anak. Dan diri harus mengakui, diri ini belum bisa meninggalkan kalian, pergi begitu saja tanpa pamit dan kesan mendalam.

Saya masih mencintai dunia kalian. Dunia yang berisi anak anak kecil bermata telaga penuh pengharapan bahwa diri dan teman teman pengajar lain adalah seorang pahlawan. Yah, pahlawan. Setidaknya pahlawan untuk membuat pendidikan lahir dan batin kalian menjadi sedikit lebih baik. 

Bukan banyak? Belum. Kami memang belum bisa memberikan banyak. Karena yang bisa memberikan banyak hanyalah Allah. Kami hanya ingin mengatakan, betapa kalian telah terlanjur mengakar dalam hati, sebagai sebuah intan yang harus kami jaga, kami bimbing, dan kami bantu semampu kami menjadi insan yang bermanfaat. Untuk siapa saja yang membutuhkan kalian di masa depan.

Teruntuk kalian, anak anak kecil bermata telaga. Yakinlah, kami akan tetap bertahan, terus berjuang membantu usaha kalian mengejar cita dan cinta. Tak perlu muluk mengharap duniawi. Mari bersama saja agar kita bisa menjadi manusia pilihan yang bermanfaat untuk sesama. Dengan peduli. Dengan kasih. Dan dengan ilmu yang kita punya nanti.

Semoga kalian bisa menularkan setetes ilmu yang tak seberapa dari kami kepada adik adik kalian. Anak anak kalian, dan siapapun yang membutuhkan.

Adik adik, catatan ini adalah memoar rasa seorang kakak untuk adiknya yang selalu menatap dengan polos. Sebening telaga. Yang mana kalian selalu mengharap limpahan ilmu penuh suka. Meski kadang kalian tak pernah tahu, betapa tak sabar kami menunggu hari minggu untuk bertemu muka dengan kalian anak anak bermata telaga.:')

Hari ini, saya buatkan catatan te
rindah, tentang saya, Anda, dia, mereka, yang telah menjadi satu dalam KITA. Inilah persembahan cinta di hari penuh cinta. 






*Segi Empat Jakarta, Jeda Rasa, 23713sts

 

Rabu, 20 Juni 2012

Pesantren Kilat Anak Jalanan (KOPAJA)


Komunitas Peduli Anak Jalanan (KOPAJA) memiliki salah satu misi untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa anak jalanan. Melalui misi KOPAJA yang satu ini kami mengajak dan merangkul seluruh masyarakat dari berbagai lapisan untuk turut serta berpartisipasi dalam acara “Pesantren Kilat Ramadhan; Silaturahmi Anak Negeri Menuju Titian Kasih Ilahi”. Kegiatan ini membawa anak-anak jalanan untuk lebih mengenal ciptaan Allah melalui alam dan memupuk tali silaturahmi antar anak jalanan melalui konsep pesantren. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak jalanan mampu merasakan kebersamaan Ramadhan yang sesungguhnya dan mau lebih mengenal Allah.

Insya Allah kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
Hari, Tanggal : Sabtu-Ahad, 28-29 Juli 2012
Waktu : Pukul 10.00-selesai
Tempat : Villa Kathronan
Alamat : Megamendung, Bogor


Bentuk kegiatan yang kami lakukan kali ini berupa Pesantren Kilat dengan berbagai acara yang mampu menumbuhkan sikap peduli dan kompetitif, seperti pemberian materi utama, games edukatif, dan lomba-lomba islami.

Donasi donatur dapat disalurkan ke rekening di bawah ini:
- BRI 426501004118536 a.n. Neng Sri Mardiani
- BSM 7036336425 a.n. Neng Sri Mardiani
- BNI 0135962534 a.n. Lina Setyaningsih
- BCA 6010173581 a.n. Firdhaushia Razaq Karim


CP: Lisfatul Fatinah (085717892235), Ahmad Hubbani (08979714248)

TENTANG KOPAJA (KOmunitas Peduli Anak JAlanan)







KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan) adalah komunitas yang bergerak dalam memanusiakan anak jalanan melalui pendidikan dan program-program pemberdayaan.

KOPAJA berdiri pada 8 April 2012 dengan semangat berbagi dan peduli yang dimulai dari perteman sesama pengurus yang mulanya hanya saling kenal di Facebook.

Visi:
Menjadikan anak jalanan (pengamen, pemulung, termasuk fakir miskin dan anak yatim) pribadi yang pembelajar dan generasi yang layak unggul di masyarakat.

Misi:
1. Meningkatkan kualitas iman dan taqwa pada diri anak jalanan.
2. Meningkatkan kualitas moral anak jalanan.
3. Meningkatkan budaya baca tulis di kalangan anak jalanan.
4. Memberikan layanan pendidikan formal dan nonformal kepada anak jalanan.
5. Memberikan program-program sosial kepada anak jalanan.

Tujuan:
Memanusiakan dan memberikan hak-hak anak jalanan sebagaimana anak-anak pada umumnya.

Kesekretariatan KOPAJA Pusat:
Jl. Kemanggisan Ilir III RT 007 / RW 013, No. 18B,
Palmerah, Jakarta Barat, 11480

No. Rekekening donasi:
BRI a.n. Lisfatul Fatinah 038201014372506
BSM a.n. Erni anggraini 0867044140

Sabtu, 02 Juni 2012

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan)



Kisah Perjalanan awal berjuang:  

Bismillahirrahmanirrahim
Teman-teman masih ingat dengan KPAJ Jakarta (Komunitas Peduli Anak Jalanan Jakarta)? Sekarang, singkatannya sudah direvolusi menjadi KoPAJA (supaya mudah disebut dan lebih akrab dengan nama Jakarta identik dengan angkutan umum “kopaja”). Dalam catatan kali ini, saya ingin berbagi sedikit cerita tentang proses usaha saya untuk mengembangkan KoPAJA.

Lebih dari seminggu yang lalu, saya menghubungi Kak Zaky, kakak kelas saya di MTs N 12 Jakarta. Lebih tepatnya, saya menghubungi Kak Hulaifah, istri Kak Zaky, yang sudah saya anggap kakak sendiri. Melalui pesan singkat saya menanyakan wilayah yang banyak anak jalanannya, namun belum mendapatkan pembinaan. Setelah banyak berbincang, Kak Hulai menyarankan saya untuk ikut bersamanya membina beberapa anak jalanan di Terminal Pulogadung yang sangat kekuranganvolunteer (relawan) perempuan.

Setelah mendapatkan bantuan jaringan dari Kak Hulai, saya niatkan untuk bisa berkunjung ke Pulogadung kamis lalu (27/10). Tapi, karena harus mempersiapkan kepergian saya ke luar kota, saya baru bisa menyempatkan diri ke sana kemarin, kamis 3 November 2011.

Setelah shalat ashar, saya dan seorang teman saya berangkat dari kampus menuju Terminal Pulogadung. Kami berdua turun di pasar sebelum terminal. Ternyata perjalanan masih cukup jauh untuk menuju terminal, lebih dari 500 meter. Karena belum mengenal lingkungan sana, saya menunggu Kak Hulai yang masih dalam perjalan di depan mini market. Kurang lebih setelah setengah jam kami menunggu, Kak Hulai datang dan langsung mengajak kami berdua menuju rumah salah seorang anak jalanan.

***

Kami menelusuri tepian pasar yang ada di dekat terminal. Lalu memasuki gang kecil yang berkelok. Di ujung gang, saat jalanan mulai melebar, Kak Hulai memperkenalkan kami dengan seseorang yang kami panggil Mbak Sumi. Kemudian, Mbak Sumi mengajak kami bertiga melewati gang kecil yang hanya bisa dilewati satu orang. Perlahan-lahan kami kehilangan matahari senja, kami menelusuri gang yang lebih sempit lagi, lebih sesak lagi. Hanya bau kotoran tikus yang tertangkap oleh hidung saya.

Di unjung gang, kami masuk ke sebuah rumah yang sangat sederhana. Di dalam ruangan yang hanya bisa diisi oleh kurang lebih enam orang dengan duduk melingkar, ada satu  lemari pakaian tanpa pintu, satu rak piring, dan dua dipan (satu untuk duduk atau tidur dan yang lain untuk meletakan perabotan rumah tangga).

Di dalam sana Kak Hulai memperkenalkan kami dengan penghuni rumah yang bernama Bu Mari, beliau sedang sakit saat kami datang. Sambil menunggu adzan maghrib, kami berbincang dan mengatakan maksud kedatangan kami ke sana, juga membicarakan apa yang akan kami lakukan selepas maghrib nanti.

Singkat cerita, ba’da maghrib saya dan yang lainnya berangkat ke rumah lain yang lebih luas. Di sana saya bertemu dengan beberapa teman anak jalanan lain yang ingin belajar mengaji. Jumlah mereka ada empat orang. Pertama, namanya Nada, seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas tiga SMP, di suka sekali bercanda dan tertawa. Kedua, namanya Mbak Nida, wanita kurus dengan kulit gelap, yang ini sedikit malu-malu. Ketiga, Mbak Sumi, wanita kurus berkulit bersih yang sehari-harinya bekerja mengasuh anak tetangganya sendiri. Terakhir adalah pemilik rumah, namanya Mbak Nia, wanita lulusan SMA tahun 2007 yang pernah bekerja menjadi satpam.

***

Ini adalah pertemuan kedua mereka dengan Kak Hulai dalam kelas. Saya dan teman saya membantu Kak Hulai untuk mengajarkan baca tulis al-quran. Pelajaran hari ini adalah makhorijul huruf. Sebelum memulai pelajaran, Kak Hulai bertanya, “Nada dan mbak-mbak di sini tahu huruf hijaiyah kan?” Dengan spontan Mbak Sumi menjawab, “Saya mah gak tau tulisan Arab, Mbah Ulai. Ngaji aja seumur-umur kagak pernah.”

Saya benar-benar terkejut saat mendengar jawaban Mbak Sumi. Di usia yang kira-kira sebaya dengan Kak Hulai, ia belum mengenal huruf hijaiyah. Saat mendengar jawaban ini saya baru sadar kenapa saat maghrib tadi saya mengajak Mbak Sumi untuk shalat, ia hanya menjawab dengan senyuman sambil menggaruk-garuk kepala.

Saya tidak bisa membayangkan kepolosan Mbak Sumi yang mengakui bahwa dia belum pernah mengenal huruf hijaiyah sebelumnya. Bagaimana hidupnya selama ini? Tidakkah kedua orang tuanya mengajarkannya agama? Apakah kedua orang tua nya juga tidak mengenal al-quran? Apakah berarti kedua orang tuanya juga tidak shalat? Aiih, serentetan pertanyaan tiba-tiba menjejal di kepala saya.

Meskipun banyak celetukan yang membuat miris, proses belajar tetap belajar dengan lancar. Bahkan, penuh dengan warna. Ada Nada dengan gaya tertawanya yang membahana dan sering membuat saya terkejut. Mbak Sumi dengan kata khasnya “yassalam” setiap salah mengucapkan huruf atau ketika belum bisa juga mengucapkan ‘ain dan kho. Mbak Nida dan Mbak Nia yang cuma bisa senyum-senyum karena tidak bisa mengucapkan beberapa huruf. Seru!

Selesai mengajarkan makhorijul huruf dan member PR kepada teman-teman jalanan, kami memceritakan sebuah kisah tentang keislaman Ummu Sulaim. Di tengah keasikkan mendengarkan cerita, tiba-tiba hujan turun. Cukup deras. Mbak Sumi yang tidak menyadari hujan turun langsung terkejut saat tubuhnya terasa dingin dan dia langsung meminta izin untuk pulang lebih dulu karena takut atap rumahnya bocor.

Indah. Dari balik deretan bus terminal Pulogadung inilah aku menemukan momen indah di awal bulan ini. Mengenal Nada yang selalu tersenyum, Mbak Sumi yang blak-blakkan tapi malu-malu. Mbak Nida dan Mbak Nia yang lebih banyak diam tapi lucu. Beberapa jam sebelum bertemu mereka, saya masih tidak bisa menerka bahwa teman-teman yang akan saya temui adalah seperti mereka, teman-teman yang memiliki semangat luar biasa meskipun di lain sisi banyak yang melihat kekurang mereka.

Ah, banyak cerita bersama mereka yang tidak dapat saya tuangkan dalam kata-kata melalui catatan ini. Entahlah, terlalu indah bersama mereka. Dalam “ruang kelas dadakan” ini, saya menemukan sejumput kasih sayang yang berbeda kepada mereka yang belum saya kenal seutuhnya. Kasih sayang ini datang tiba-tiba. Kalian tahu?  Seperti ada embun yang metes di pipiku. Tes… Dingin seketika, tapi tidak menggigit. Dinginnya menyejukkan. Membuat mata pagi mebelalak. Segar. Lalu perahan embun itu menguap. Tidak menimbulkan panas. Tapi hangat yang menyuburkan semangat.

Ini baru dunia yang luar biasa!

Begitulah aku membatin sepanjang pertemuan dengan mereka. Bukan seberapa besar materil atau moril dalam memberi, tapi sebuah keistiqomahan yang lebih penting dari sederat angka nol dalam rupiah.

Oh iya. Saudara-saudariku, perlu kita sadari bersama bahwa sejatinya mereka tidak membutuhkan belas kasihan dari orang yang merasa lebih dari mereka, tapi kasih sayang dari kita dan rangkulan yang setara dan sederajatlah yang mereka butuhkan.

This is my exceptional live. Where is yours?

-Fatul-
Tanah Merah-Ruang Hijau
Jumat pagi, 4 November 2011



Berawal dari seorang akhwat yang luar biasa, Lisfatul Fatinah Munir dengan sebuah impiannya, dia mampu mendirikan sebuah lembaga komunitas anak-anak jalanan. Yang melihat betapa mirisnya kehidupan anak-anak bangsa yang terpinggirkan oleh pesatnya teknologi dan peradaban zaman. Dengan bermodalkan tekad,  dia berusaha sekuat mungkin dengan mengajak sebagian orang-orang yang tergerak hatinya untuk bersama-sama membangun komunitas tersebut di salahsatu jejaring sosial bernama facebook,  Lisfah dan teman-teman mulai menyusun rancangan berbagai pondasi kegiatan sekaligus launching.


Berbagai usaha telah dilalui, jatuh bangun semangat mereka telah merasakannya. mengadakan berbagai survey tempat guna untuk menampung perkiraan daerah mana yang akan dibina dan di bimbing oleh KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan). Berdasarkan informasi dari salahsatu sahabat/anggota KOPAJA, Lisfah dan teman-teman mengesahkan bahwa akan ada kegiatan BAKSOS di daerah apak pemulung, Kp. Sawah, Jl. Pandan, Gandaria-Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada tanggal 15 April 2012, yang sekaligus launching awal perkenalan KOPAJA kepada masyarakat setempat khususnya anak-anak jalanan setempat.


Di bawah naungan Mushola yang cukup sederhana, yang berdiri di sekitar pemukiman tersebut, KOPAJA, mengadakan BAKSOS, dan mulai mendata anak-anak yang usianya masih kisaran 5-8 tahun ke atas akan dibina pada setiap ahadnya. Masukan demi masukan KOPAJA mulai berkembang pesat, anak-anak mulai rutin dibina dan diasuh penuh kasih sayang, KOPAJA bagaikan rumah kedua bagi anak-anak jalanan yang kabarnya sering mangkal di daerah Blok M ini.


Ahad yang indah, pagi-pagi anak-anak begitu ceria mendatangi Mushola guna ingin segera bertemu dengan Kakak-kakak dari KOPAJA. Dengan berbusana muslim/ah (pakaian sumbangan dari rekan-rekan KOPAJA) sungguh membuat mereka sangat menawan, nampak kebahagiaan terpancar darti raut wajah mereka, walau kadang begitu manja dan ingin dimanjakan. Sangat menggemaskan. :)







Membaca, menulis, menghitung dan menggambar adalah kegiatan favorit mereka yang sungguh ingin terus belajar. Dengan asuhan sahabat-sahabat KOPAJA yang membimbing penuh ceria, anak-anak pun berkembang pesat, menjadi putra-putri bangsa yang cerdas, pintar, dan berprestasi, walau masih sekadar memperlihatkan karyanya kepada kami. Pada kenyataannya kebanyakan dari mereka belum mengenyam pendidikan bangku sekolah sedikit pun.


Saya adalah salahsatu relawan KOPAJA merasa terenyuh akan melihat kegigihan akan keingintahuan, keinginan akan terus belajar. Harapan saya pada KOPAJA, semoga anak-anak mampu meraih prestasi dan cita-citanya. Dalam benak mereka masih tersimpan harapan untuk menjadi seorang yang berguna bagi masyarakat dan negara ini. Di tangan merekalah peradaban baru akan terbangun. Untuk itulah kami berharap, sahabat-sahabat Blogger, dan saudara/i seiman dan sehati, untuk mengulurkan bantuan dana atau pun itu dengan ikhlas dan tulus untuk membantu pendidikan mereka.


Bagi yang ingin membantu atau bergabung menjadi anggota/relawan, silahkan bergabung ke Group KOPAJA di : http://www.facebook.com/groups/249396828440850/


Atau bisa hubungi lebih lanjut ke saudara/i:


* Lisfah: 085717892235
(Facebook Lisfatul Fatinah Munir)
http://www.facebook.com/lisfatul.fatinah.munir




*Bagas Triyatmojo: 085694040289
(Facebook Bagas Triyatmojo)
http://www.facebook.com/bagas.triyatmojo



Rabu, 18 April 2012

Mengenali diri sendiri - Inilah saya apa adanya

Menjadi Diri Sendiri


Saya dibesarkan di kalangan keluarga yang agamis, sebenarnya. Tapi entah kenapa kelakuan saya sejak kecil kurang beruntung. Banyak problema yang terjadi. Mungkin sebagian orang enggan peduli dengan kisah kelam saya. bagi saya tidak apa-apa. karena saya ingin terus belajar mengenal diri saya. menilai kemampuan saya sampai di mana ketahanan fisik dan batin saya dalam berkehidupan. 


Kesabaran saya terus diuji. belajar meredam masa lalu.


Singkat cerita, saya dulu dibesarkan juga oleh Pondok Pesantren di Sumedang. Alasan saya ke sana juga gak tahu kenapa. Tapi dorongan niat yang sangat kuat menyuruh saya untuk ke sana. Walhasil saya adalah lulusan pesantren tersebut. Sayangnya, saya adalah orang yang tidak mau menjadi ustadz atau sebangsanya. Saya ingin menjadi apa yang kehendak diri.


Semenjak masuk SMA, tepatnya kota kelahiran saya di Bekasi. saya mulai menyukai dunia keorganisasian. Entah naluri turunan dari keluarga atau semisalnya. Di ROHIS, saya dulu adalah seorang anggota yang kemudian merangkap ke OSIS. Sebelumnya saya juga ikut PASKIBRA. ROHIS dan OSIS,  organisasi ini saya jalani secara bersamaan. Di ROHIS kedudukan tertinggi saya adalah wakil ketua. Sebenarnya saya yang menjadi ketuanya, namun karena waktu itu di OSIS saya sebagai ketua 1 yang memegang SEKBID Agama dan kesenian, kalau tidak salah. Pembina ROHIS, merasa tidak setuju saya sebagai ketua, karena takut saya adalah mata-mata dari OSIS, atau syaa lebih meniti beratkan pada OSIS. sebenarnya saya enjoy aja menjalankan keduanya. terus berjalan, hingga saya terbang ke organisasi luar bernama FPMB (Forum Pelajar Muslim Se-kota Bekasi). Di sana juga saya menjabat sebagai ketua wilayah 2, memegang sekolah SMA/SMP(Bekasi Timur dan Barat). Alhamdulillah, semua berjalan lancar, hingga LPJ beerlangsung lancar juga.


Setelah kelulusan pun saya tak luput dari dunia organisasi, lagi-lagi saya mendapatkan jabatan yang sangat penting, sebagai ketua umum. Dari situ saya sering mendapat berbagai penilaian dari teman-teman. Banyak yang bilang saya adalah seorang KONSEPTOR, ANALISATOR, TINKer (orang yang mempunyai daya pikir yang kuat), dan juga seorang lapangan. itu juga kalau ada tugas yang jelas. Itulah saya, dan saya merasakan itu. Apalagi saya paling senang menganalisa sesuatu. Apalagi saya kini sudah senang di sebuah kehidupan kepenulisan, walau masih tersendat akbiat problema diri dan keluarga. saya terus berusaha tegar berdiri. Di usia saya yang terbilang masih muda, saya sudah merasakan pahitnya manis kehidupan, jatuh bangun pun sudah dirasai. dan kini berusaha terus berdiri tegak dengan banyak belajar dari orang-orang yang sangat saya kagumi, dan hebat dalam bidangnya.


Akhir:
Ada sebagian orang tidak suka dengan perangai saya yang seperti itu. banyak. Ya, orang-orang itu adalah orang-orang yang mempunyai daya agresif yang sangat tinggi dalam bertindak. Orang-orang yang lebih suka dengan berfikir sederhana dan melakukan sebuah tindakan, dan saya banyak belajar dari mereka, sungguh, banyak orang atau sahabat-sahabat saya yang juga seorang aktivis atau organisasi, saya adalah orang yang mempunyai sifat seorang pemimpin, namun sayangnya saya juga banyak kekurangan. namanya juga manusia, tak luput dari salah dan lupa. Saya bukan orang yang idealis, saya hanya orang yang biasa, orang yang apa adanya menerima masukan kritik dan saran. dari sanalah saya banyak belajar, hingga sekarang.






(Azzam)

Rabu, 11 April 2012

Good News - SEKOLAH KEPENULISAN FUN WRITING INSTITUTE (Dibuka pendaftaran setiap bulan)


Belajar nulis cerpen dengan rileks, simpel, menyenangkan dan terjangkau? 


Jangan khawatir, telah dibuka Sekolah pelatihan kepenulisan FUN WRITING INSTITUTE bersama Taufan E. Prast (Redaktur Majalah Story, dan Ketua Flp Jakarta).



PERDANA!!! 

Turut menghadirkan pembicara ahli mas Boim Lebon (Penulis Ratusan Buku dan seorang Produser di RCTI)

Dengan tema: "Pengembangan ide dan Pengaluran"

Hanya dengan Rp. 150.000,- termask snack, makan siang dan notes kaos cantik.


Pada tanggal 15 April 2012

di Kediaman FUN Institute (Jl. perinitis III No. 8, Kunciran Kota Tangerang)



BURUAN DAFTAR!!

Efektif! satu Kelas maksimal 10 orang.

nyesel seumur hidup deh. :D




Pembayaran pendaftaran transfer ke: 
No. Rek: 900-00-0476177 Bank Mandiri KCP. CBD Cileduk
a.n. Erawati Heru W atau on the spot



Pengen tahu lebih detil tentang bagaimana mengekplorasi ide dan pengaluran... nggak perlu pake mikir lama, nggak perlu pusing, dan nggak pake galau... gampang... di sini tempatnya; Belajar nulis cerpen rileks, simpel dan terjangkau :) 


(Ikal Hidayat Noor)




BURUAN DAFTAR!!

Pembayaran pendaftaran transfer ke: 

No. Rek: 900-00-0476177 Bank Mandiri KCP. CBD Cileduk

a.n. Erawati Heru W atau on the spot




Informasi dan pendaftaran; Erawati-08129591063

Selasa, 10 April 2012

Good News - SEKOLAH KEPENULISAN FUN WRITING INSTITUTE

Belajar Menulis Cerpen Rileks, Simpel dan terjangkau

Pengen tahu lebih detil tentang bagaimana mengekplorasi ide dan pengaluran... nggak perlu pake mikir lama, nggak perlu pusing, dan nggak pake galau... gampang... di sini tempatnya; Belajar nulis cerpen rileks, simpel dan terjangkau :) 
(Ikal Hidayat Noor)
























































BURUAN DAFTAR!!
Pembayaran pendaftaran transfer ke: 
No. Rek: 900-00-0476177 Bank Mandiri KCP. CBD Cileduk
a.n. Erawati Heru W atau on the spot


Informasi dan pendaftaran; Erawati-08129591063

Kamis, 29 Desember 2011

Sebuah Ingatan, Sebuah Keinginan (Menikah)


Menjelang subuh tiba-tiba saja saya terusik oleh sebuah ingatan yang membuat saya tersenyum.Begitu gregetnya saya ingin menulisnya hanya untuk sekedar bahan memorial yang tak akan pernah dilupakan.

Menjelang jam 12 malam, saya mendapat Pesan Singkat dari seorang teman dari FLP. katanya dia tidak sengaja meng-add akun facebook yang mengaku bernama 'Azzam' tapi nama akunnya tidak saya kenal sama sekali. dia mengira itu punya saya. Padahal saya hanya mempunyai tiga akun facebook. Yang satu saya sudah tidak pernah memakainya lagi, dan sekarang hanya tinggal dua saja digunakan.

Penasaran. Ya, saya memang penasaran siapa 'Azzam' pemilik akun itu. selanjutnya saya mendapatkan Pesan Singkat kembali. kali ini dia lupa pasword Facebooknya. Sebenarnya saya juga lupa pasword miliknya yang waktu itu saya bantu mencoba membenarkan akun facebooknya. akhirnya saya mencoba dengan mengingatnya dengan menyelusuri alamat Emailnya, dan berhasil. Saya dapat membuka Facebooknya. dari situ saya semakin penasaran. Saya lalu membuka list inboxnya saya tanpa harus melihat isi dari setiap pesan yang masuk. dari deretan nama dan foto yang ada, mata saya tertuju pada sebuah photo laki-laki yang sebenarnya sudah tidak asing lagi siapa dia. dia adalah sahabat satu organisasi dakwah (Saya hanya seorang laki-laki biasa) yang cukup dikenal pada masa SMA. Dari situ saya mulai mengingat kembali pada masa itu.

Dulu, ketika masih masa SMA. Masa di mana saya selalu menempuh hidup serba sibuk. Tipikal saya memang pendiam, tapi kadang ada waktu saya begitu cerewet bila sedang menghadapi sebuah permasalahan. Kuping panas, hati gerah? mungkin itu yang terlintas dari hasil ocehan saya. Sebenarnya saya hanya mencari jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi teman-teman. kita lewati saja.

Jadi, yang saya ingin tulis adalah kisah kekonyolan kita pada masa itu. ketika dari SMA sudah memikirkan jalan masa depan masing-masing yang pastinya berbeda, tapi ada satu perencanaan yang luar biasa kita begitu kompak memikirkannya. Apakah itu? sebuah pertanyaan dari masing-masing dari kita untuk kita sendiri "Kapan kita menikah?" konyol bukan, tapi bagi kita ini penting, hehe.

Setiap kali rapat, dan berkumpul. Pasti ada saja bahan spesial yang selalu kita bahas bersama-sama yaitu tadi, "Kapan kita menikah?", padahal tidak ada di jadwal agenda loh. Siang itu dalam teriknya matahari, di sebuah masjid yang selalu dijadikan tempat kita rapat. Saya dan seorang teman  sedang asyik duduk di teras diiringi sepoinya angin hingga membawa pada rasa kantuk yang amat sangat. tapi mau bagaimana lagi, kita akan mengadakan rapat. Seminggu sebelumnya sudah dapat jarkoman dari tukang jarkom bahwa hari ini kita akan rapat dengan bahasan agenda bla..bla..bla.. yang akan dipimpin oleh bla..bla..bla. 

"Membosankan paling juga ngaret lagi" kata teman saya.

"Tenang aja paling juga setengah jam lagi pada datang semua" padahal biasanya yang datang cuma tiga, atau sampai lima orang saja. Sedangkan anggotanya aja mungkin ada puluhan. kemana tuh.

Ujung-ujungnya kita ngobrol gak karuan, alias curcol. Ketika asyik bincang-bincang tiba-tiba datang seorang akhwat dari sekolah bla..bla..bla.. dengan menggunakan busana muslim super rapi dan menggunakan kerudung panjang sedang berjalan masuk ke dalam masjid. Otomatis kita langsung berpaling darinya sejenak. Si Akhwat berlalu begitu saja, dan kepala kembali di putar pada tempatnya semula.

Mulai deh pembicaan sebenarnya.

"Eh, itu si Fulan yang dari sekolah bla..bla..bla.. itu ya?" kata saya.

"Ya, subhanallah ya, kapan ya kita mendapatkan seorang akhwat seperti itu" balas teman saya dengan sebuah keinginan yang luar biasanya itu. Saya juga ngarep banget.

ketika itu muncul lagi akhwat dengan busana yang hampir sama namun dengan motif yang berbeda sambil memarkirkan motornya di halaman masjid. Lagi-lagi kita memutarkan kepala kita hampir 90 derajat ke arah samping masjid yang hanya ada hamparan rerumputan. Si akhwat masuk begitu saja  sambil menundukan kepala dari kita. Kepala kita kembali diputar pada tempatnya. Capek deh.

"Duh, Subhanallah lagi deh. benar-benar wanita sholehah. Kapan ya kita bisa menikah?" berandai-andai.

"Insya Allah nanti" kata saya, sambil melirik-lirik ke dalam masjid. Kali aja gak sengaja melihat wajahnya hehe. Ada-ada aja.

begitulah kekonyolan yang mungkin hanya sebuah andai-andai, tapi sebenarnya adalah sebuah cita-cita yang cukup luar biasa kita renungkan dan kita impikan, tidak ada yang mustahil selagi kita tetap berusaha.

Selepas masa SMA begitu juga, sama saja topiknya. ketika kita saling bertemu dalam sebuah Forum Alumi  dari organisasi kita yang lama. Hanya saja lebih mendalam kepada pernikahan, dan pekerjaan. Beserta perkuliahan. Tetap saja perbincangan sebuah pernikahan lebih mendominasi. Malah dari kita sudah ada yang menikah. Itupun sepenuhnya akhwat-akhwatnya. tinggal ikhwan-ikhwannya saja yang pada belum menikah. Ada apa gerangan?.

Dulu saya pernah ikut seminar tentang pernikahan yang di bawakan oleh seorang motivator asal Bandung Abi Fahri Nabhan Rabhani yang waktu itu di adakan di gedung Robbani, Rawamangun Jakarta, itu pun saya dapat undangan dari seorang akhwat yang juga dulunya satu organisasi. Di sana kita mendapat binaan bagaimana hati kita untuk bisa memantapkan diri untuk menikah. Yaitu dengan cara keyakinan Illahiyah. keyakinan yang berlandaskan kepada Allah. Pada sebuah seksi acara ke sekian, ada sebuah pertanyaan dari Abi Fahri, "Kamu Siap Menikah?" dan itu ditunjukan kepada semua peserta. Lalu pertanyaan itu ditanyakan satu-satu kepada kita. Yang menyedihkan waktu itu, peserta laki-lakinya hanya saya dan teman saya. Sisanya perempuan semua. Kemudian pertanyaan itu dilontarkan kepada saya, dan saya hanya bilang "Tidak tahu" hening. Kemudian Abi fahri berkata "Tuh lihat, perempuannya saya kasih pertanyaan ini pada diam. perempuan bila ditanya tapi diam, pasti itu menandakan dia siap. Nah, kamu sudah siap tidak? kalau siap tinggal kamu pilih permpuan mana yang kamu inginkan" lagi-lagi saya hanya bisa menjawab "Tidak tahu" tiba-tiba dari sudut kanan belakang dari barisan perempuan ada yang berdiri dan berkata "Ah, laki-laki gak ada yang berani, ustadz!" lantang jelas dan membuat saya tersindir habis.

Sebenarnya saya sudah menyatakan kepada orangtua untuk berkeinginan menikah. Tapi, ternyata saya belum di izinkan untuk menikah. Ada sesuatu dari orangtua termasuk Ibu mengharapkan saya untuk lebih dan lebih bisa membahagiakan orangtua dulu. Demi berbakti kepada orangtua, saya turuti kemauan mereka hingga sekarang. Akan tetapi, suatu saat nantinya pasti saya akan tanyakan kembali dengan sudah mempersiapkan calon isteri yang tepat. Amin. 







“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nuur 32)


“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (Adz Dzariyaat 49)


“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra 32)


“Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya” (Al-A’raf 189)





“Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas” (H.R. At-Turmidzi)

“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya” (HR. Thabrani)

“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama” (HR. Ibnu Majah)

“Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Senin, 12 Desember 2011

Sanguinis, Melankolis, Koleris, Plegmatis : Ciri-ciri, Kekuatan dan Kelemahan


Pada kesempatan ini saya ingin berbagi ilmu kepada teman-teman tentang cirri-ciri, kekuatan, dan kelmahan dari 4 pola dasar watak manusia. Tulisan ini bersumber dari beberapa artikel dan blog yang dapat saling melengkapi yang saya peroleh dari surfing di internet.
Ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh apabila kita kita memahami cirri, kekuatan, dan kelemahan tiap pola dasa watak manusia, terutama saat kita berinteraksi dengan orang lain dalam berbagai situasi dan kondisi.
Dalam kehidupan rumah tangga, apabila kita kurang memahami watak dari pasangan kita, maka pasangan suami-istri sering bertengkar terus-menerus, Dengan memahaminya, maka kita akan sangat terbantu sekali. Kita dapat mengerti mengapa suami tiba-tiba sangat marah ketika meja kerjanya yang berantakan diatur rapi.
Kita juga dapat memahami mengapa istri kita tidak mau nendengar sedikitpun pendapat kita, tak mau kalah, cenderung mempertahankan diri, selalu merasa benar dengan pendapatnya dan makin sengit bertengkar kalau kita mau coba-coba untuk mengalahkannya. Seorang ibu pun tak perlu bingung dan pusing oleh watak keras kepala anak–anaknya apabila mampu memahami anak-ananknya.
Kita juga akan mudah memahami mengapa pegawai kita mudah berjanji dan mudah \ melupakannya, “Oh ya, saya lupa” katanya sambil tertawa santai.
Sebagai contoh, seorang pemimpin perlu memahami watak dari para pegawainya, sehingga mengetahui bagaimana harus memperlakukan pegawainya, dan mengetahui bagaimana cara motivasi para pegawainya agar kinerja mereka produktif dan sesuai yang diharapkan..
Florence Litteur, penulis buku terlaris “Personality Plus” menguraikan, ada 4 (empat) pola watak dasar manusia, yaitu sanguinis, melankolis, koleris, dan plegmatis.

SANGUINIS (Yang Populer)
Mereka cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.
Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek’, dan hidupnya serba tak beratur. Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin rencana. Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.
Seorang sanguinis mempunyai kekuatan dan kelemahan sebagai berikut :
Kekuatan : suka bicara, antusias, ekspresif, ceria, penuh rasa ingin tahu, hidup di masa sekarang, mudah berubah (banyak kegiatan/keinginan), berhati tulus, kekanak-kanakan, senang berkumpul (untuk bertemu dan bicara), umumnya hebat di permukaan, mudah berteman dan menyukai orang lain, senang dengan pujian, ingin menjadi perhatian, menyenangkan dan dicemburui orang lain, mudah memaafkan (tidak menyimpan dendam), mengambil inisiatif/menghindar dari hal-hal yang membosankan, spontanitas, serta seorang yang demonstratif dan emosional.
Kelemahan : suara dan tertawa yang keras, membesar-besarkan suatu hal, susah diam, mudah dikendalikan oleh keadaan/orang lain (suka nge-Gank), sering minta persetujuan, RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek), banyak bicara saat bekerja dan melupakan kewajiban, mudah berubah-ubah, susah tepat waktu jam kantor, prioritas kegiatan kacau, mendominasi,percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas, sering mengambil permasalahan orang lain menjadi seolah-olah masalahnya, egoistis, sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yang sama, serta konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.

MELANKOLIS (Yang Sempurna)
Mereka agak agak berseberangan dengan sanguinis. Seorang melankolis cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankolis cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.
Orang melankolis selalu ingin serba sempurna dan ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang `melankolis tak `kan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah ia disusun, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain
Seorang melankolis mempunyai kekuatan dan kelemahan sebagai berikut :
Kekuatan : analitis, mendalam, dan penuh pikiran, serius dan bertujuan, terjadwal, artistik, musikal dan kreatif, sensitif, mau mengorbankan diri dan idealis, standar tinggi dan perfeksionis, senang perincian, tekun, serba tertib dan teratur (rapi), hemat, melihat masalah dan mencari solusi kreatif (sering terlalu kreatif), kalau sudah mulai, dituntaskan, berteman dengan hati-hati, puas di belakang layar, menghindari perhatian, mau mendengar keluhan, setia, serta sangat memperhatikan orang lain.
Kelemaan : cenderung melihat masalah dari sisi negatif, murung dan tertekan, mengingat yang negatif dan pendendam, mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah, lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan, tertekan pada situasi yang tidak sempurna dan berubah-ubah, terlalu menganalisa dan merencanakan (if..if..if..), standar tinggi, hidup berdasarkan definisi, sulit bersosialisasi, sensitif terhadap kritik yang menentang dirinya, sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang), serta skeptis terhadap pujian). 

KOLERIS (Yang Kuat)
Mereka suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa saja ia suruh melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy’ sehingga orang koleris tak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi `korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan tak mau kalah itu.
Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua”. Karena itu mereka sangat “goal oriented”, tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi”, maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, serta tak mudah pula mengalah.
Seorang koleris mempunyai kekuatan dan kelebihan sebagai berkut :
Kekuatan : seorang leader, pengambil keputusan, dinamis, aktif, sangat memerlukan perubahan, berkemauan keras dalam mencapai sasaran, bebas dan mandiri, suka tantangan, berprinsip “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”, solutif, praktis, dan bergerak cepat, mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas, membuat dan menentukan tujuan, mau memimpin dan mengorganisasi, biasanya punya visi, serta unggul dalam keadaan darurat.
Kelemahan : tidak sabar dan cepat marah, senang memerintah, susah sedikit santai, menyukai kontroversi dan pertengkaran, terlalu kaku dan keras, tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik, serta tidak suka yang bertele-tele, keputusan sering tergesa-gesa, banyak tuntutan pada orang lain, cenderung memperalat orang lain, menghalalkan segala cara demi tujuan, gila kerja, sulit minta maaf, mungkin selalu benar tetapi tidak popular.

PLEGMATIS (Cinta Damai)
Mereka tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, meski ia tidak suka. Baginya kedamaian adalah segalanya. Jika timbul masalah ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya segera selesai.
Kaum plegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin, cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang plegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sanguinis.
Berurusan dengan orang plegmatis bisa serba salah. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin tiak jalan”. Jika kita punya pegawai plegmatis, anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri.
Seorang plegmatis mempunyai kekuatan dan kelemahan sebagai berikut :
Kekuatan : mudah bergaul, santai, tenang, teguh, sabar, pendengar yang baik, tidak banyak bicara, cenderung bijaksana, simpatik, baik hati, sering menyembunyikan emosi, kuat di bidang administrasi, cenderung ingin segalanya terorganisasi, penengah masalah yang baik, cenderung berusaha menemukan cara termudah,baik di bawah tekanan, menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan, humoris,senang melihat dan mengawasi, peduli, serta mudah rukun dan damai
Kelemahan : cenderung tidak suka perubahan/kegiatan baru, takut dan khawatir, menghindari konflik dan tanggung jawab, keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar), terlalu pemalu dan pendiam, humor kering dan mengejek (sarkatis), kurang berorientasi pada tujuan, sulit bergerak dan kurang memotivasi diri, lebih suka sebagai penonton daripada terlibat, tidak senang didesak, serta suka menunda-nunda/menggantungkan masalah.
Setelah membaca uraian diatas, apakah sekarang anda sudah mengetahui anda masuk golongan apa?Lalu bagaimana dengan orang-orang terdekat anda, mereka masuk golongan apa? Jangan-jangan anda sekarang mulai mengerti mengapa suami-istri-anak-rekan anda berperilaku “seperti itu” selama ini. Dan anda pun akan tertawa sendiri mengingat-ingat berbagai perilaku dan kejadian selama ini.
Dalam diri manusia tidaklah memiliki waak yang identik seperti uraian diatas. Menurut Florence Litteur, dalam penelitiannya bahwa ternyata keempat watak itu pada dasarnya juga dimiliki setiap orang, hanya `kadar\nya. Oleh sebab itu muncullah beberapa kombinasi watak manusia, beberapa diantaransebagai berikut ini :
KOLERIS-SANGUINIS
Artinya kedua watak itu dominan sekali dalam mempengaruhi cara kerja dan pola hubungannya dengan orang lain. Di sekitar kita banyak sekali orang-orang koleris-sanguinis ini. Ia suka mengatur orang, tetapi juga senang bicara (dan mudah juga jadi pelupa).
KOLERI MELANKOLIS
Mungkin anda akan kurang suka bergaul dengan dia. Bicaranya dingin, kalem, baku, suka mengatur, tak mau kalah dan terasa kadang menyakitkan (walaupun sebetulnya ia tidak bermaksud begitu). Setiap jawaban anda selalu ia kejar sampai mendalam, sebab ia perfeksionis, tahu detail dan agak dingin.
Menghadapi orang koleris-melankolis, anda harus fahami saja sifatnya yang memang `begitu’ dan tingkatkan kesabaran anda. Yang penting sekarang anda tahu, bahwa ia sebetulnya juga baik, namun tampak di permukaan kadang kurang simpatik, itu saja.
PLEGMATIS-MELANKOLIS
Pembawaannya diam, tenang, tapi ingat semua yang anda katakan, akan ia pikirkan, ia analisa. Lalu saat mengambil keputusan pastilah keputusannya berdasarkan perenungan yang mendalam dan ia pikirkan matang-matang.
Banyak lagi tentunya kombinasi-kombinasi yang ada pada tiap manusia, tetapi yang penting adalah bagaimana memanfaatkannya dalam berbagai aktivitas hidup kita. Jika suami-istri saling mengerti sifat dan watak ini, mereka akan cenderung berusaha `memaafkan’ pasangannya. Lalu berusaha untuk menyikapinya secara bijaksana.
Dalam penerimaan pegawai untuk bidang-bidang yang membutuhkan tingkat ketelitian dan keteraturan yang tinggi, tempatkanlah orang-orang yang melankolis (yang sempurna). Untuk bagian promosi, iklan, resepsionis, MC, humas, wiraniaga, tentu tempatkanlah orang-orang sanguinis. Jangan posisikan orang-orang plegmatis di bagian penagihan ataupun penjualan, maka hasilnya pasti akan amat mengecewakan.
Manusia memang amat beragam. Muncul sedikit tanda tanya, diantara semua watak itu, mana yang paling baik?Jawabannya, menurut Florence, tak ada yang paling baik. Semuanya baik dan masing-masing pmempunyai kekuatan dan kelemaan tersendiri. Tanpa orang sanguinis, dunia ini akan terasa sepi. Tanpa orang melankoli, mungkin tak ada kemajuan di bidang riset, keilmuan dan budaya. Tanpa orang koleris, dunia ini akan berantakan tanpa arah dan tujuan. Tanpa orang plegmatis, tiada orang bijak yang mampu mendamaikan dunia.
Yang penting bukan mana yang terbaik, sebab kita semua bisa mengasah keterampilan kita berhubungan dengan orang lain(interpersonal skill). Seorang yang ahli dalam berurusan dengan orang lain, ia akan mudah beradaptasi dengan berbagai watak itu. Ia tahu bagaimana menghadapi sifat pelupa dan watak acaknya orang sanguinis, misalnya dengan memintanya untuk selalu buat rencana dan memintanya melakukan segera. Ia jago memanas-manasi (menantang) potensi orang koleris mencapai tujuannya, atau `membakar’ orang plegmatis agar segera bertindak saat itu juga. ”Inilah seninya”, kata Florence “dalam berinteraksi dengan orang lain”. Tentu saja awalnya adalah, “Anda dulu yang harus berubah”. Belajarlah jadi pengamat tingkah laku manusia…(lalu tertawalah)!


http://blognyayogi.wordpress.com/category/kepribadian-dan-karakter/

Jumat, 11 November 2011

Tips Cerpen Putu Fajar Arcana (Kompas Sunday Editor)



Sedikit copypaste di twitter Putu Fajar Arcana:
Putu Fajar Arcana (Twitter)

tips kecil cerpen kompas:


  1. Perhatikan soal bahasa. Secara gramatika benar, mengandung kesegaran, dan diolah (bila perlu) dg unsur2 puitika yg menawan
  2. Sebaiknya bahasa jg mampu mengantarkan imajinasi pembaca kpd sesuatu di luar teks. Menggali narasi2 yg bisa memperkaya teks
  3. Terbuka thd eksplorasi berbagai pendekatan.Realis hanya salah satu dr gaya yg diperhatikan. Crt absurd atau solilokui jg dapat tempat
  4. Unsur2 spt logika, konsistensi, kecermatan, karakterisasi, dan etika penggunaan bahasa serta kejujuran sgt jadi penentu
  5. Silakan melakukan eksplorasi tema. Lebih diperhatikan crt yg menggali tema2 unik dan spesifik dg point of view yg menawan
  6. Sbaiknya kirim 1-2 cerpen dlm sebulan, tp benar2 hasil prtarungan yg dahsyat.Tak perlu over-produktif, kadang jadi miskin eksplorasi
  7. Penulis pemula tak perlu khawatir, semua dpt tempat.Editor mmbaca cerpen yg diinput ke basket kompas minggu secara berurutan sesuai antrean.
  8. Para editor kompas akan sangat terkesan pd pembukaan cerpen yg memikat, yg berhasil memancing untuk terus membacanya
  9. Tarikan yg memikat a.l ditandai dg penggunaan bhs yg segar, penuh inovasi, tidak klise, dan tentu hrs dg ejaan yg baik dan benar
  10. Tarikan pertama sangat penting bg cerpen koran, krn akan menentukan pembaca terus atau beralih ke tulisan lain
  11. Cerpen2 Kompas tak dibatasi dlm tema tertentu. Penulis dibiarkan bebas mrengkuh imajinasi dg penekanan pd originalitas
  12. Bahasa yg segar, penuh imajinasi dan inovasi, akan sangat menentukan. Editor beranggapan itulah penemuan pertama seorng penulis
  13. Cerpen Kompas tdk diarahkan untk membentuk slera trtentu. Bhw kami punya slera pribadi sdh tentu. Itulah yg diminimalisir dg kriteria cerpen kompas.
  14. Karya yg masuk nyatanya mengarah pd tema2 sputar masyarakat urban. Sdh jarang yg menggarap kampung atau desa sbgmn dulu Kuntowijoyo
  15. Yang menarik cerpen yg diterima editor sbgian besar cerpen2 solilokui, tokoh2 yg lbh banyak berkisah ttg jiwa dalmnya sendiri
  16. Solilokui bs dibaca sbg makin minimnya persentuhan sosial antarmanusia, shg potensi2 cerita hanya digali brdasarkan persepsi personal
  17. Itu pulalah sebabnya cerpen2 kontemporer spt "antiplot". Jarang kita temui cerpen2 dg plot kuat spt karya Umar Kayam atau Hamsad R
  18. Nah kira2 itulah tips kecil yg bisa jd patokan seblm menulis dan mngirim cerpen ke Kompas. Sila ke opini@kompas.com cc can@kompas.com

Senin, 07 November 2011

DOWNLOAD LAGU THE SOURCE!



“The Source / Sang Sumber” telah hadir sekarang! Lagu baru Sami dibuat dengan keahlian yang mengagumkan dan merupakan karya seni yang indah! Kunjungi SYcafé untuk membaca lirik lengkap “The Source / Sang Sumber” Kamu juga dapat mendengarkan sampelnya di sini. Dukung single ini dengan men-download dariiTunes!

Samiyusufofficial now in Bahasa!!




Kabar GEMBIRA! ETM Internasional / SYO dengan bangga mengumumkan peluncuran SYO Bahasa. Sekarang Anda bisa mendapatkan info terbaru mengenai berita, musik dan lebih banyak lagi dalam bahasa Anda sendiri! SELAMAT dan TAHNIAH :)

klik : 

Rabu, 12 Oktober 2011

Sahabat Baik Bisa Jadi Penangkal Stres (2)



TRIBUNNEWS.COM - Sebuah penelitian menyebutkan, berada di antara teman dekat ternyata dapat mengurangi tingkatan stres.

Salah satu peneliti dari Rumah Sakit Anak Cincinnati, Amerika Serikat, Ryan Adams mengungkapkan fakta bahwa teman terbaik yang Anda miliki, ternyata dapat menjadi solusi disaat Anda banyak masalah.

Penelitian yang dilakukan terhadap anak-anak ini melibatkan 100 anak usia 10 sampai 12 tahun. Mereka diminta untuk mengisi buku harian lima kali sehari selama empat hari sekolah, dan menilai bagaimana perasaan mereka tentang apa yang telah mereka alami dalam 20 menit terakhir.

Mereka juga menjalani tes wawancara yang menanyakan seputar orang di sekeliling mereka seperti orang tua, saudara, sahabat, teman laki-laki atau perempuan, teman sekelas, orang asing, atau guru.

Setelah itu, peneliti pun mengambil sampel air liur untuk mengukur hormon stres kortisol. Hasilnya, mereka menemukan bahwa kehadiran seorang teman terbaik, ternyata membawa efek baik dalam menjalani hari dan menurunkan hormon kortisol anak.

Meskipun penelitian ini hanya menguji anak-anak, namun para ahli mengatakan temuan ini mungkin berlaku pula untuk orang dewasa.

"Teman terbaik sangat penting fungsinya untuk aspek sosial dan mempengaruhi emosional, dan kognitif kita," tambah ahli psikologi, Karen Majors membenarkan hasil penelitian ini. (sumber:Sehatnews.com)

Kulit Gatal dan Mata Kedutan Itu Tanda Stres (1)





TRIBUNNEWS.COM - Tekanan hidup dan beban pekerjaan sering menyebabkan stres. Dampaknya bisa buruk bagi sistem pencernaan seperti iritasi organ pencernaan bahkan penyakit kardiovaskular dan stroke. Sayangnya, kita sering tidak menyadari bahwa sebenarnya ada gejala dan tanda kita terkena stres.

* Rahang nyeri
Bukan hanya karena sakit gigi, stres secara emosional dapat membuat otot-otot rahang sakit. Gejala ini biasanya terjadi ketika bangun atau tidur. Secara umum, perhatikan apa yang pernah Anda alami, sehingga ketika gejala itu kembali Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Fokuskan pada merelaksasikan rahan ketika Anda merasa panik.

* Kulit gatal
Stres membuat perubahan pada sel-sel kekebalan yang ditemukan di kulit dan membuatnya lebih aktif. Stres bisa mengakibatkan beberapa kondisi seperti psoriasis, rosacea, dan atau lebih buruk lagi, eksim. Jika kulit terasa gatal akhir-akhir ini, perhatikan tingkat stres dalam hidup Anda, dan segera mengambil langkah untuk meminimalkan. Anda juga bisa mengunjungi seorang dokter spesialis kulit untuk membantu memecahkan masalah ini.

* Mata kedutan
Meskipun penyebab pasti dari mata kedutan tidak diketahui, bisa jadi ini tanda bahwa Anda perlu beristirahat dan santai. Kadang-kadang kedutan akan hilang setelah tidur nyenyak di malam hari, namun juga bisa terjadi hingga tiga minggu. Kelelahan dan berlebihan konsumsi kafein bisa menjadi penyumbang utama mata kedutan. Mengurangi hal yang bisa membuat stres adalah cara utama menghentikan kedutan ini.

* Nyeri pada gusi
Stres meningkatkan kadar hormon kortisol, yang pada akhirnya menciptakan sensasi terbakar di sebluruh tubuh termasuk gusi. Hal ini juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang memicu pertumbuhan bakteri di mulut dan memicu iritasi serta peradangan pada gusi. Selain menggosok gigi dan berkumur dengan cairan pembersih, tingkatkan sistem kekebalan tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang, cukup tidur dan konsumsi multivitamin.

* Mual
Stres juga bisa memicu ketidaknyamanan di perut. Tingkat stres yang tinggi menunjukkan peningkatan gejala seperti sakit perut, yang sebagian disebabkan hormon yang dilepaskan akibat dari stres atau kecemasan.

Tubuh menghasilkan reaksi pertahanan dari stres, yang bisa memicu jantung berdebar dan adrenalin meningkat. Olahraga adalah cara yang bagus untuk memerangi stres, termasuk mual. Makanan juga berperan penting. Jadi kurangi konsumsi kopi dan jauhi makanan yang memakai banyak bumbu.]

Sumber : 
http://id.she.yahoo.com/kulit-gatal-dan-mata-kedutan-itu-tanda-stres-023844786.html

Kamis, 15 September 2011

Forumlingkarpena.net


Nomor:
0207
Inisiator:
Forum Lingkar Pena
Tanggal aplikasi:
26 Agustus 2011
Lokasi:
Jakarta Timur
Dana yang diminta:
750 Juta Rupiah
Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia
Masa aktivitas:
Desember 2011 – Juni 2012 (6 bulan)
Deskripsi proyek:
Situs jaringan penulis yang beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang setiap hari rata-rata 5 aktivitas. Hasil karya FLP di seluruh Indonesia telah dimuat di media massa maupun diterbitkan menjadi buku
Masalah yang ingin diatasi:
Selama ini karya-karya anggota FLP di Indonesia maupun di Luar negeri belum terdokumentasi dengan baik. Untuk itu diperlukan sebuah situs web yang menjadi rekam jejak serta dokumentasi karya anggota
Cara mengatasinya dan masyarakat yang diuntungkan:
Selama ini aktivitas penyebaran informasi anggota baru optimal melalui milis dan groups facebook yang terbatas aksesnya. Ke depan melalui situs website dengan demikian akan mempermudah anggota untuk menyalurkan dan mendokumentasikan karyanya lewat website. Dengan langkah ini nantinya juga akan mempermudah akademisi maupun peneliti sastra dan kepenulisan untuk menalaah karya-karya anggota FLP. Pihak yang diuntungkan adalah anggota jaringan penulis sebanyak 5.000 orang. Juga para akademisi dan peneliti sastra/kepenulisan yang ingin menalaah/mengkaji karya-karya anggota FLP
Ukuran kesuksesan:
Aktivitas pengirimkan karya meningkat di website baik karya, maupun komentar-komentar di dalamnya dan semakin banyak akademisi/peneliti sastra dan kepenulisan menalaah karya-karya anggota FLP
Caranya : 
SIlahkan Klik Link Forumlingkarpena.net, lalu klik LIKE di bawah pada kolom forumlingkarpena.net. sehinga tercipta tautan di facebook kamu. dengan begitu kamu sudah mendukung Forum Lilngkar Pena untuk terus maju dan berkarya dengan terciptanya Situs Forumlingkarpena.net ini. terima kasih teman - teman :D
Oya  Ajak yang lain juga ya buat milih. 1 orang ajak 5 orang anggota maupun simpatisan buat klik pilih. AYo semangkaa :-)

WEB KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan)

Recent Coment

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan)

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan)
Bagi yang ingin mengulurkan tangan sebagai donatur, silahkan kunjungi grup dan bergabung (Klik Gambar)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More