About this blog

TENTANG KOPAJA (KOmunitas Peduli Anak JAlanan)

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan) adalah komunitas yang bergerak dalam memanusiakan anak jalanan melalui pendidikan dan program-program pemberdayaan.

Pesantren Kilat Anak Jalanan (KOPAJA)

Komunitas Peduli Anak Jalanan (KOPAJA) memiliki salah satu misi untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa anak jalanan. Melalui misi KOPAJA yang satu ini kami mengajak dan merangkul seluruh masyarakat .

Tampilkan postingan dengan label Buku antologi saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku antologi saya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 November 2013

ENGKAULAH BIDADARI ITU, SAYANG

Alhamdulillah tulisan saya ini Pernah diterbitkan oleh penerbit Hasfa Media dalam antalogi Bunga Serampai - SERINGKUH


berjalan empat tahun kehidupanku sebagai seorang isteri dari seorang suami yang di jodohkan orangtuaku. Dikaruniai tiga orang anak membuatku semakin bekerja keras mengurus segala kebutuhan rumah tangga ini. Suamiku yang hanya bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik belumlah mencukupi segala kebutuhan; apalagi ketiga anak kami semuanya sudah bersekolah.

Akupun bekerja serabutan sebagai tukang cuci pakaian ataupun sebagai buruh cuci piringpun; demi keluarga aku tidak peduli. Aku sangat mencintai suamiku. Walau dijodohkan oleh kedua orang tua kami masing – masing tapi aku sudah belajar untuk mencintainya; hingga kini aku selalu mendukung dan menyemangatinya ketika dia dalam kegundahan maupun kebimbangan dalam mengambil keputusan. Masukan demi masukan aku berikan dengan penuh kasih sayang dan tulus. Anak – anak juga demikian, aku yang sebagai ummu darosah; pendidik sekaligus Ibu bagi mereka di rumah; mereka membutuhkan perhatian dan bimbingan yang lebih. Dipernikahan kami yang ke empat, terasa kerenggangan di antara aku dan suami.

Tidak seperti awal pernikahan dahulu, kecintaan suamiku begitu sangat terasa. Perhatiannya padaku begitu melekat apalagi dengan sentuhan kata – katanya yang puitis, perempuan mana yang tidak tunduk hatinya. Setiap hari bila keluar selalu bersama – sama. Bergandeng tangan seperti orang yang sedang berpacaran pada umumnya. Bagiku sosoknya adalah tipe yang bertanggung jawab dan komitment terhadap keluarga. Namun ada keraguan muncul begitu saja. Ya Allah, aku mencintainya.

 ***

Ponsel suami tiba – tiba terdengar olehku. “Rupanya suami lupa membawa ponselnya ke tempat kerja” ujar batinku. Sepuluh pesan terlihat belum dibaca oleh suamiku. Aku yang penasaran ingin sekali melihatnya. Takut – takut ada berita penting yang seharusnya suamiku tahu.. Tapi karena penasaran aku membukanya. Betapa terkejutnya aku terbelalak mataku melihat siapa pengirimnya dan begitu juga isinya.

Lima pesan terkirim semalam, sedangkan sisanya subuh tadi.

Hai sayang kamu sudah makan belum?
Aku kangen nih say, kamu kemana sih?
Liburan kita jalan – jalan yuk, sekalian beliin aku baju yang bagus.

Membaca beberapa pesan saja sudah membuat badan ini terkulai lemas. Aku tidak menyangka ada perempuan lain di hati suamiku.

“Kurang apa diriku ini” batinku menjerit.

Aku menyangkal selama empat tahun ini aku sudah memberikan konstribusi lebih banyak kepada suami, dukungan moral dan semangat selalu aku sematkan kepada suami. Pekerjaan tambahan demi menambah pemasukan aku jalani karena aku tidak menyesal menikah dengan dirinya, karena aku tahu suamiku adalah suami yang terbaik dari Allah yang pantas aku cintai. Akupun langsung mempertanyakan tentang pesan tersebut kepada suamiku. Namun jangan sampai anak – anak tahu tentang apa yang terjadi. Yang pasti akan menghancurkan harapan mereka terhadap keluarga ini.

“Mas, apa maksud dari pesan ini?” menyodorkan ponsel padanya. Dia melihatnya, dan hanya bisa menghela nafas panjang dengan masygul.

“Saya tanya sekali lagi Mas, ini maksudnya apa, dan siapa Rani itu? Kekasih Maskah?” tubuh ini bergetar, bulir – bulir air mata ingin rasanya tumpah ruah ingin menangis sejadinya. Tapi demi ketegaran, demi kebenaran, aku ingin mendengarnya terlebih dahulu dari llisan suamiku.

Dia hanya terdiam mematung menatap air mataku yang ingin jatuh. Akhirnya dia angkat bicara.

“Dia mantan pacarku waktu SMA, kami sudah berhubungan sebelum kita menikah” Air mata tumpah seketika, aku menjerit – jerit sejadinya. aku tidak percaya, empat tahun bersama ternyata diam – diam suamiku menghianati cintaku.

Jadi selama ini aku mencintai seorang yang tidak pernah memberikan cintanya dengan tulus. Lalu untuk apa aku mencintainya.

***

Sebulan lebih kami tidak saling berbicara. Menegurpun saja tidak. Ketika makan bersama dengan anak – anakpun hanya menampangkan wajah dingin diantara kami. Aku tahu anak – anak sudah mulai curiga dengan kami; kadang mereka bertanya ada apa dengan kami, aku hanya menjawab, “tidak ada apa – apa” memberikan senyuman bagiku adalah cara tepat untuk mengurangi kecurigaan yang berlebihan dari mereka.

 Aku perhatikan ponselnya masih saja berdering di tangannya. Sambil menyembunyikan ponselnya dia membalas pesan itu. Aku tahu, dia masih berhubungan dengan gadis tersebut. Ini sudah menjadi keputusan bulatku. Tidak ada petimbangan lagi. Hanya saja anak – anak, mereka masih membutuhkan sebuah kasih sayangnya.

Sebuah keluarga yang utuh adalah dambaan mereka, tapi itu mugkin tidak bisa terwujud. Hati ini sudah terkhianati dan tersakiti. Biar aku yang menanggung segalanya tentang anak – anak nantinya. Suamiku sedang duduk di depan teras.

Aku bersiap mengutarakan keputusanku padanya. “Saya ingin cerai Mas” suamiku hanya terdiam sambil tersenyum padaku. Aku yang melihatnya menjadi bingung bercampur kesal. “Kenapa Mas tersenyum begitu, apa mungkin Mas sudah menungu saat ini?” bentakku di hadapannya, namun dia tidak bergeming. Tanpa disadari dia sudah berdiri dihadapanku dan memelukku dengan eratnya.

“Maafkan Mas. Mas sudah mengkhianati cinta Dinda. Tolong, beri Mas kesempatan kedua untuk bisa merajut cinta kita menjadi utuh selamanya.” Dia menangis.

“Lalu bagaimana dengan gadis itu Mas, apakah Mas sudah lupa?”

“Mas sudah tidak berhubungan dengannya lagi, dia hanya masa lalu Mas”

“Mas aku mencintaimu”

“Mas juga Dinda” isakan tangisnya terdengar di telingaku. Aku yang awalnya begitu marah tiba – tiba saja luluh begitu saja mendengarnya. Suamiku berbicara tulus, dari hatinya aku tahu itu. Dia mencium keningku.

“Engkaulah bidadari itu sayang” Aku memandangnya lekat – lekat, ponselnya berdering kembali.

(196 KATA)

Tentang saya : AHMAD KHOIRUL ZUL FITHOR adalah nama pena dari AZMI S.N yang juga merupakan nama Facebooknya. Biasa akrab dipanggil AZZAM oleh teman-teman. Beralamat di Jl. Dewi Sartika Bekasi Timur, Kota Bekasi. Masa SMP pernah dididik di sebuah Ponpes Pesantren Modern di Sumedang bernama Ponpes Modern Al-Aqsha yang bertempatkan di daerah jatinangor. Lulus SMA di Bekasi. Aktifitas sekarang adalah menulis, karena menulis sudah disukai dari waktu masih kecil. Beberapa puisi dan cerpen sudah diikutkan ke beberapa lomba termasuk antologi, dan pada tahun 2010 bergabung dengan FLP Jakarta untuk mengembangkan bakatnya untuk menjadi seoarang penulis Profesional sebagaimana yang dicita-citakannya.

Senin, 12 Desember 2011

Alhamdulillah, Ini dia buku Antologi saya yang lain.... :)

Subhanallah! entah kenapa ada keinginan membuka email lama yang "az_conection@yahoo.com"....Awalnya saya meyakinkan email masuk hanya kabar-kabar dari milis grup, atau dari yahoo beserta netlog.. tapi mata tiba-tiba tertuju pada alamat email berucapkan "Assalamu'alaikum mas Azmi/Ahmad ZulFithor." Padahal nama di akun yahoo saya adalah Azzam. Lalu dengan rasa penasaran, saya buka alamat email itu, dan ternyata dari KPS (Komunitas Pena Santri). Betapa terkejutnya bahwa saya masuk/lolos antologi buku Kepingan Kehidupan Bag 1...



Sungguh walau lumayan sudah telat menyadari bahwa audisi ini sudah berlangsung pada tahun 2010, tapi saya sangat bersyukur sekali....!

dan mudah-mudahan ini adalah semangat tambahan bagi saya untuk terus berkarya.....

Subhanallah alhamdulillah wa Syukrulillah.....


:)





Judul : Kepingan Kehidupan

Penulis : Inung Imtihani, dkk

Tebal : 120 hal

Terbit : Juli 2011

Harga : 35.000

Alhamdulillah buku antologi puisi teman-teman Komunitas pena santri sudah terbit. Subhanallah,buku ini berisi kumpulan puisi yang mengajak kita jaulah kehidupan dan waktu. Yah sebagaimana yang di katakan oleh ibn qayyim jauziyah, jika waktu manusia adalah umur sekaligus bahan abadi kehidupan. Bisa di katakan kehidupan manakala di gunakan untuk dan berrsama Allah.selain dari itu, tidak dapat di katakana kehiduopan meski hidup bagai hewan ternak dan jika waktunya di sisi dengan angan-angan kosong dan kelalaian, maka yang di pilih setelah itu adalah tidur yang panjang. Dan jika demikian, hmm, maka kematian lebih baik dari pada hidupnya. Buku antologi bisa di pesan melalui mas Taufiq di nomor 085733520180 harga @35.000

Bagi yang belum tahu siapa saja yang nongol di antologi ini, hmm,silahkan di cek (para peserta LCPK Komunitas pena santri 2010)

Inung Imtihani

Mas Adi

Deris Afriani

Yazmin Aisyah

Ida Raihan

Rurin kurniati

Iqbal H. Saputra

Mieny Angel

Okti Li

Jazim Naira Chand

Dian Soeto

Rusmin nuryadin

Zahratunnisa

Khoer Jurzani

Muhimmah

Kawako Tami

Elasofa

Syarifah Aini

Royyan Julian

Binta Al Mamba

Dhea Fanta

Ria Mustika Fasha

Naomi Dita

Siti Masruroh

Ben Santoso

Sofi Bramasta

Asri Bestari Rayawari

Febrianti Ika Dewi

Panama

Wien.Monik

Tina Yanes

Mutaminah

Eros Rosita

Maryam Zakaria

Umystha Fasuruqa’

Yusran Arifin

Riska Wulandari

Ratih Anggraeni

chu-x

Nhirwana Sari

Rina Asri

Karina Maulana

Fera Nur Aini

Enggar Dhian

Rahma hanifah

Mardhiah

Rouzix Zahra as_syeefa

Efriany Susanty

Rinaldi A Thal

Ray Aquila

Lia Arrumaisha

Sekar Langit

Rhein Yanti

Nanda iriawan R

Noorwidia Ulaeni

AF Kurniawan

Nisrina Nabihah

Ayumi Maulida

Daniel Hermawan

Sarip Hidayat

Aida Sulistyowati

Rizky Bagoes A

Faricha Hasan

Prito Windiarto

Muhammad irfan abdul aziz

Ade Riyan Purnama

Ahmad Khoirul Zul Fithor

Lara Ahmad)

Aliyah Azka

Kaka Hy

Ady Azzumar

Yulia Fatmianeri

Maulana riska

Muhammad Fauzan Rusman

Agus Ehsan ImaGiner

Assyafa Jelata

Muhammad Labib

Al fakir Taufik Hidayat

Endang Ssn)

Evi Andriani

Arizky Rachmad S

Senin, 10 Oktober 2011

Alhamdulillah salah satu buku antologi saya bersama DIan Nafi dan teman-teman



SERINGKUH
Bunga Rampai Selingkuh
Penulis: Dian Nafi Dkk
Penerbit: Hasfa Publishing
ISBN 978-602-98187-2-7

180Hal.Rp 39rb
Silakan sms 081914032201 atau inbox fb Hasfa Publisher untuk pemesanan.
Tulis nama/alamat/kodepos/telpon/jumlah/judul buku yang dipesan

Masih Setia
Mata Indah Riana
Jangan Khatamkan Cerita Senja
Makan Malam
Ternyata Dia Berkhianat
Selingkuh Yang Nyata
Sayang
Dilema Hati
Wanita Dan Perselingkuhan
Antara Raida, Aditya Dan Karminah
Don’t Be A Fool, Tinggalkan Laki-Laki Itu!
Mba ( Married But Avaible )
Sebuah Kesalahan
Senja Di Beranda
Jelaga Hatimu
Cinta Bisa Memilih!
Awas, Dia Mengintai Kita!
Menyemai Cinta Usai Badai
Sakitmu Membunuhku
Bukti Cinta Untuk Suamiku
Acuh Namun Butuh
Rindu Dan Cinta Membuat Aku Terbelenggu
Engkaulah Bidadari Itu, Sayang
Selingkuh, Noda Dalam Kesetiaan
Nasib Mawardhani
Noda Dibalik Kesetiaan
Sisi Lain Dari Kesetiaan
Mantan Mengajak Selingkuh ... Oh Tidak!
Sepotong Cinta Dua Sahabat
Jalinan Kasih Yang Terkoyak
Masih Kukuh Berselingkuh?
Ada Apa Denganmu?
Gara-Gara Play~Girl
Beberapa Tips Selingkuh Dengan Aman
Musuh Dalam Selimut
Menjauhi Selingkuh
Musquerade
Kerjaanmu Geguyon Dengan Wanita
Pernikahan 2.0
Love is Blind Honey.


**Contributor Diskon 25% Jadi Rp 30rb.
ongkir jawa 10rb. luar jawa 15rb
 

WEB KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan)

Recent Coment

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan)

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan)
Bagi yang ingin mengulurkan tangan sebagai donatur, silahkan kunjungi grup dan bergabung (Klik Gambar)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More