About this blog

TENTANG KOPAJA (KOmunitas Peduli Anak JAlanan)

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan) adalah komunitas yang bergerak dalam memanusiakan anak jalanan melalui pendidikan dan program-program pemberdayaan.

Pesantren Kilat Anak Jalanan (KOPAJA)

Komunitas Peduli Anak Jalanan (KOPAJA) memiliki salah satu misi untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa anak jalanan. Melalui misi KOPAJA yang satu ini kami mengajak dan merangkul seluruh masyarakat .

Minggu, 23 Januari 2011

Akankah aku dapat mendekap hatinya kembali

Akankah aku dapat mendekap hatinya kembali
Hadir dihati ini dengan senyuman terindahnya
Menghiasi langit jiwaku yang penuh kerinduan.
Terbatasi sebuah keyakinan, bukanlah halangan untuk bisa mendapatkannya
Keyakinan bahwa Allah sudah menggariskan ini sejak lama
Bukan andai-andai akan sebuah tulisan tertuang begitu saja
Kalau memang tidak ada keyakinan sedikitpun tentang sebuah janji suci itu

Tapi akankah aku mampu dan bisa mendapatkannya
Kisah itu sudah begitu lama terlewatkan oleh waktu
masih adakah kesempatan itu hadir buatku
Hanya genggaman keyakinan padaNya aku bersimpuh
Tabahkanlah hati ini bila ternyata Engkau berkehendak lain
Sabarkanlahku menerimanya
Bila ia dengan yang lain

Menangislah hatiku
teruslah menangis
Bukan kesedihan tertumpahkan
Hanya sekedar doaku padanya
Yang disana, penuh keceriaan
Bunga-bunga bermekaran dalam keindahan
Bidadari itu

~Ahmad Khoirul Zul Fithor~

Yang sedang merindu akan sebuah takdir indah,

Sabtu, 22 Januari 2011

Me and Mas hasif Di SMA NASIONAL, latihan nyanyi bersama Group Mas Charles






Maydani - Bahasa Jiwa

Tidak semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita

Tidak pula dapat selalu memahami gejolak jiwa yang ada di dalam diri kita

Janganlah selalu mengharapkan orang lain harus mengerti akan perasaanmu walaupun ia adalah sahabat karibmu sendiri

Karena perasaan adalah bahasa hati yang dapat berubah di setiap waktu


Hari ini ia adalah orang yang sangat mengerti akan perasaan hatimu


Mungkin esok ia adalah orang yang paling tidak memahamimu


Janganlah memaksa karena saudaramu juga hanyalah seorang manusia biasa

Cukuplah hanya Allah tempat mencurahkan segala isi yang ada di hati kita dan 



menumpahkan segala perasaan yang ada di jiwa

Tidak semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita

Wherever You Will Go - The Calling (Nostalgia lagu)



So lately, been wondering,
Who will be there to take my place

When I'm gone you'll need love to light the shadows on your face

If a great wave shall fall and fall upon us all

Then between the sand and stone, could you make it on your own



If I could, then I would,


I"ll go wherever you will go-

Way up high or down low, I'll go wherever you will go



And maybe, I'll find out


A way to make it back someday

To watch you, to guide you, through the darkest of your days

If a great wave shall fall and fall upon us all

Then I hope there's someone out there who can bring me back to you



Run away with my heart


Run away with my hope

Run away with my love



I know now, just quite how


My life and love my still go on

In your heart, in your mind, I'll stay with you for all of time

ALUNAN CINTA JIWAKU

I. 
Dalam alunan jiwaku
Mengalir arus raut wajahmu
Tersimpan rapih dalam qolbu

Mengapa terjadi begitu saja
Hadirnya dilemah lembutnya jiwa
Mengarungi derasnya badai dunia

Jika sudi engkau menerima
Inginlah kuucapkan kata-kata hati tentang sebuah cinta
Tentang sebuah ikatan suci yang segera terbina

Namunku pasrah adanya
Bila tak sudi menerima
Bukan tak sudi, hanya tidak bisa
Mungkin itu yang ada dibenaknya

Ya Allah, tetapkan hati ini pada jalanMu
Janganlah membuatku kufur padaMu
Janganlah diri ini jauh dariMu
Teduhkan hati ini selalu dalam CintaMu



II.

Simponi cinta bersemayam di hati
Mengelus batin memanjakan dalam lamunan
Sepi memandang langit hanya bintang bertaburan tinggi
Rembulan menoleh mendekap dalam kedamaian

Rindu aku menanti tiba saatnya
Meski menunggu berabad-abad lamanya menunggu
Hanya dia yang mampu mengisi kekosongan jiwa
Yang selama ini terbelenggu

Akan tiba masanya bahagia itu menjemput
Dengan kereta kencana turun bidadari syurga
Menghayalkah atau hanya mimpi bergelayut erat
Pada keyakinan disetiap Niat yang tertahan asa

Mencari sudah disejatinya diri
Menggapai hati tak akan pernah terlepaskan lagi
Aku berharap demikian padamu
....................................
Doaku selalu ada untukmu dalam setiap tengadahnya tangan ini
Bermohonkan keindahan hati pada dirimu
Yang telah mengisi jiwaku dengan sejuknya

Duhai yang mendambakan ketenangan
DijalanNya aku pasrah...

~AKZF~

Jumat, 21 Januari 2011

Narsis-Narsis di Studiun Generale FLP Jakarta 16 jan 2011 Bag 1


 Wah ini dia tokoh narsis kita, Mbak Padusi atau biasanya disapa Mbak Ria, dan Musri, jangan lewatkan kalau lagi narsis ya....:D

Ohya,  Mawaah ngapain ya ngeliat ke bawah, malukah, hehe

 Aryip : Bang mun, tolong pijitin pundak aye ya, kecengklak nih,,

Bang Mumun : Son pijitin gue juga ya, pundak gue kekilir nih,,

Soson : Wah aku gak ada yang mijitin, nanti tolong pijitin ya habis selesai, Yip.....

Ayip : Wah, Son, aku aja udah capek nih mijitin tiang ini, katanya sih keseleo karena aku pegang barusan, jadi minta ama tiang aja mijitin ente,,

Soson : Caranya,,,,???

(kidding :))

 Hm dimakan gak ya, (masih dihayati)
:)
 Oke friends, kita poto-poto dulu, bau keringat masih tercium alias belum para mandi, tapi tetap bugarkan :D
 Smail closeup men!!
udah pada mandi belum??

 Haha, lagi lomba ngrrangkak pemirsa,,
 Cool!!
 Cool!!

 Soson : Oh tidak ada yang ingin ngegetopk kepalaku dibalakang nih,,!! helep!

Azzam : Uh! banyak nyamuk gak ada pemukul nyamuk, mending pake palu ah!!
lah soson napa loncat ???








NB : semua catatan yang tertera ini, hanya sekedar guyonan saja, bila ada yang tersinggung, saya mohon maaf teman-teman semuanya :)

JODOH TIDAK AKAN TERTUKAR. Episode 2

Aku sudah berada di masjid Al-Falaq guna menunaikan sholat dzuhur, sekaligus menghadiri undangan  tersebut.  Jam dinding masjid sudah menunjukan setengah dua lewat. Aku tidak tahu kenapa negaraku begitu unik. Cuma di negaraku saja yang ada istilah jam karet. Atau memang masih ada Negara yang mengusung istilah itu. Tapi kali ini tidak ada istiah yang namanya jam karet, panitia ternyata sudah bersiap-siap dari sebelum dzuhur. Aku duduk dipelantaran depan masjid menunggu panitia memanggil para undangan. Udin yang sudah berganti model, sudah ada di depan masjid Al-Falaq.

“Man, penampilan gue gemana, bagus gak?” dengan menampilkan muka mesemnya percis kayak bempernya bajaj.

“Emang kenapa Din, bagus kok. Ternyata kalau kamu pakai kemeja, apalagi warnanya kuning, mecing juga penampilannya. Tuh lihat ada gambar bunga mawar juga dikantongnya. Udah deh, habis itu tinggal lamar tuh si Romlah pujaan hatimu itu”

“Ah, lo Man, giliran nyindir aja paling bisa. Malu gue nih. Masa gue kayak orang tujuh puluhan aja. Mending Kalau Romlah suka, yang ada gue diputusin. Ntar kata Romlah begini ‘Ih, si abang genit minta ampun dandanannya. Lagi juga Romlah paling gak suka dengan penampilan kayak gitu, norak! Kita putus! Titik.’” dengan gaya perempuan dan dengan wajah miris membayangkan apa yang akan terjadi dengan Romlah terhadap dirinya. “Kejam lo Man”

“Udah-udah, aku cuma becanda doang. Jangan ngambek, nanti ketahuan Romlah lagi”

“Ketahuan apaan Man?” Penasaran.

“Ketahuan kalau si Udin yang paling macho dikampus ini, ternyata orangnya cengeng, haha” Aku berdiri mengambil kerah kemeja Udin kemudian menyusutkan ujung kerah tersebut ke bibirnya, dan langsung lari menjauh melihat Udin yang sepertinya sedang kesal.

“Man, wah lo kebangetan jangan kabur. Sini!” Akhirnya Udin mengejarku menuju gedung aula pertemuan. Sambil berlari, aku hanya bisa tertawa geli. Tiba-tiba….

******

“Kenapa Man, kok berhenti sih, kan gak asyik ngejitak pala lo jadinya, kayak pasrah aja. Kasihan jadinya gue” Pasang muka mesem lagi.

“Din, lihat pukul 13 arah barat deh, subhanallah ya.” Senyum seketika.

Udin yang tidak ngeh, malah lihat jam tangannya yang metal. “Ah, lo Man, kata siapa sekarang jam 13, yang ada sekarang udah mau jam 14. Ckckck, makanya Man, lo beli jam yang agak bagusan napa. Apa jangan – jangan baterai jam lo abis ya?”

“Duh, Din, Din, kapan sih bisa merespon perkataan orang dengan benar. Bukan jam aku yang rusak din, tapi coba lihat pandangan arah jam 13 barat. Perempuan berjilbab merah jambu itu lagi, Din” mematung.

“Oouh, itu toh, kenapa, lo jatuh hati ya ama perempuan itu. Hayoo….” Sambil melihat raut wajah Firman yang masih terpesona oleh perempuan berjilbab itu.

“Siapa namanya ya, jadi pengen kenalan”

“Kenalan aja, terus, ajak dia jadi pacar lo. Gampangkan”

“Siapa yang jadiin pacar Din”

“Terus dijadiin apaan dong, masa dijadiin perkedel ya gak mungkin lah. Lo ada-ada aja Man”

“Ngaco kamu, Din”

“Lah, terus mau dijadiin apa, kenalan doang ya ga asyik, dijadiin isteri?”

“Ya, pengen dijadikan isteri, Din”

“Buset!, apa gak salah denger gue” tercengang kaget. Sambil memegang keningku “Lo demam ya?” keheranan.

“Aku gak demam Din, malah sehat bugar. Tadi pagi aja lari-lari pagi. serius, Din. Aku gak main-main. Din, tolong Bantu aku untuk bisa berkenalan dengannya”

“Wadduh, gue aja kagak kenal tu cewe, mau dibantu deketin gemana. Pake pelet gitu?”

“Ya nggak lah, sekiranya pacarmu Din kenal dengan ntu perempuan. Kan law gak salah pacarmu itu juga bisa ngemacomblangin orang”

“Masa sih, kok gue kagak tau kalau pacar gue berprofersi sebagai macomblang, lagi juga ya Man, kalau lo serius sama itu perempuan, datang aja ke rumahnya”

“Ngapain?”

“Bujubuneng  dah ni orang. Ya ngelamarlah”

“haha, tumben kamu bener ngomongnya, Din. Belajar dari mana”

“Wah, wah, kebangetan lo Man, sama teman sendiri. Emang selama ini kalau gue ngomong kagak bener apa. Jangan salah Ariel Peterpen nih, Cuma lagi pake kemeja butut si Somad tahun tujuh puluhan aja” bergaya vokalis band.

“Ariel apaan, Arielontong yang ada! Haha. Kabur!!!” Lari ke dalam aula pertemuan yang ternyata sudah agak ramai.

“Heh, Man, tunggu gue, jangan kabur”

Suasana langit mulai berubah menjadi kelabu. Seiring angin bertiup kencang, dedaunan berterbangan mengikuti alur derasnya waktu. Sudah jam dua, Aula sudah terisi penuh oleh peserta undangan. Acarapun akan segera dimulai. Semua mata terpaku kearah moderator laki-laki yang sedang berdiri di depan bersiap membuka acara. Aku dan Udin duduk paling depan bertatakan meja dengan taplak putih bergambar bunga hias berjejer memisahkan tempat moderator dengan peserta. Semuanya duduk dengan sangat khidmat.

Pembukaan, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sudah dilantunkan. Kini pada inti persoalan, moderator memanggil pembicara untuk memberikan maksud kenapa mereka para peserta harus hadir. Siti Mutmainnah, ya itulah nama pembicaranya sekaligus dia adalah ketua ROHIS kampus ini. Semua mata terpesona dengan keanggunannya, Busana muslim daster merah jambu dengan renda putih pada lengan baju membuat semakin wibawa yang mengenakannya. Wajah ayu yang terselimuti jilbab merah jambu itu sudah tidak asing lagi buatku. Ternyata dia, bidadari itu. Udin hanya bisa memandangku mematung, kemudian menyadarkanku dengan sekali sentakan.

“Man!” sentaknya agak keras, hampir semua peserta memandang kearah kami.

“E, e..ya Din, ada apa??” Linglung.
“Lo jangan malu-maluin sebagai ketua kelas napa, pake etika dikit kek, jatuh cinta boleh-boleh aja, tapi jangan ampe segitunya memandang. Buset dah” Udin mengingatkan.

“Din, namanya Siti Mutmainnah, baru tau aku” bisikku pada Udin.

“Iya, gue juga udah tau, kan moderatornya yang ngasih tau, ah lo gemana sih”

“Iya ya, kenapa aku jadi begini ya, jadi kayak orang kikuk aja”

“Wajarlah Man, namanya juga lagi jatuh cinta, gue juga ngerasain”

“Ya sudah, dengarkan saja dia berbicara, dengerinnya aja udah sejuk banget, hehe”

“Ah, lebay lo Man”

Aku harus dapatkan perempuan itu untuk jadi isteriku, aku memang sedang jatuh hati padanya. Siapa namanya ya. Hati ini sungguh berdegup kencang. Sudikah dia berkenalan denganku. Aku harap demikian. Batin hatiku kini begitu gelisah. 

******
 Bersambung....

WEB KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan)

Recent Coment

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan)

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan)
Bagi yang ingin mengulurkan tangan sebagai donatur, silahkan kunjungi grup dan bergabung (Klik Gambar)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More