About this blog

Sabtu, 08 Januari 2011

PESERTA SEORANG DIRI DI PGSD UNJ Bag 2

Sudah pukul 10:30 WIB namun acara masih saja belum dimulai, karena pengisi acara juga masih sibuk dengan jadwal Syutingnya. Hm.. makin penuh saja peserta, satu demi satu mengisi bangku kosongnya. Hanya satu persoalan yang selalu membuatku cemas, aku juga tak mempedulikan keadaan Mbak Herny beserta adik kelasku ini disebelah dengan dibatasi pondasi putih, hanya saja, kok, aku laki-laki sendiri?. Dengan cekatan langsung saja aku SMS dia, panitia yang menjadi penghubungku dengan acara ini,

"Panitianya perempuan semuanya ya??" Send Sucessfully
tapi belum ada jawaban darinya.

makin cemas batinku, sekali lagi aku SMS dia.

"Pesertanya buat Ikhwan/akhwat sih?." Send Sucessfully

namun lagi-lagi belum ada balasan darinya, hanya saja dia sepertinya sibuk sekali dipandanganku, mondar-mandir kesana-sini, jadi bagiku gak enak rasanya, takut mengganggunya.

"Oh my God, aku memang peserta laki-laki seorang diri!!" gerutuku dalam hati yang terasa badan ini seperti dingin sekali, gak berasa apa-apa. Kepalaku juga pusing beneran. Mbak Herny hanya bisa ketawa kecil melihatku cemas.

Tiba-tiba ada sosok seorang perempuan masuk dengan dikawal oleh panitia, ternyata salah satu personil Artis  Dalam Mihrab Cinta, Mbak Meyda Sefira, dan sepertinya acara akan segera dimulai, dan benar saja Seksi Acara sepertinya sudah siap dengan lembaran acaranya sambil memegang mic. Aku benar-benar peserta laki-laki seorang diri.

Dalam ruangan yang agak lebar dan luas, dengan berpencahayaan lampu neon panjang dimasing-masing petak menerangi seluruh ruangan. Meja peserta berjajar rapih, di depannya berjajar kalau tidak salah 4-6 bangku berjajar kesamping dengan kebelakangnya mungkin lebih dari sepuluh mengikuti yang didepan. Jujur, aku tidak bisa menoleh kanan kiri secara bebas, begitu gugupnya jadi hanya bisa memandang ke depan saja sejajar dengan bangku podium yang dikhususkan untuk pengisi acara beserta moderatornya, "ya ampun! mimpi apa aku semalam"

Seksi Acara sudah membacakan susunan acaranya, dimulaikan dengan lafadz basmallah, kemudian sambutan dari perwakilan pantia yang akan diberikan kepada seorang, dan menyebutkan namanya begitu jelas beserta tidak asing lagi bagiku akan nama itu. Iya, ternyata dia, panitia yang selalu aku tanyakan akan acara ini. Dia berbicara dibelakangku, tapi tidak bisa menoleh kebelekang, lagi-lagi gara-gara gugup, Masya Allah, kalau dibilang, peserta semuanya perempuan, termasuk pengisi acaranya seorang perempuan juga, sisanya katanya masih syuting jadi tidak bisa datang termasuk Dude Herlino yang ditunggu-tunggu semua perempuan pastinya. yang perempuannya aja sudah ramai, bagaimana kalau laki-lakinya, kebayang jeritan super narsis mendayu-dayu untuk diminta foto (narsis mode one). Sudah tidak disangka lagi hanya aku saja yang paling ganteng sebagai seorang laki-laki pada umumnya di cara tersebut, haha, terlalu. Kalau tidak salah acara dimulai sebelum artis Mbak Meyda Sefira datang.  Begitu datang, dia menyudahi sambutannya, guna mengejar waktu yang tersisa.
Aku duduk terpaku memandangi Mbak Meyda Sefira yang berada hampir didepanku, begitu anggun cantik. Wajar laki-laki kalau melihat perempuan cantik, (Jujur mode one), Kata subhanallah terlintas begitu saja di lisan. Seksi acara masih menyeloteh dengan agendanya, dan yang terakhir ternyata akan ada moderator khusus untuk sesi acara ini. Dia lagi ternyata, bener-bener luar biasa dia, begitu aktif sekali bagiku. aku jadi tertegun. dia maju melangkah ke depan, sedangkan pandanganku masih saja tertuju pada podium khususnya spanduk/banner acara. Dia duduk tepat sejajar dihadapanku. Duh, makin gugupnya diri ini, hanya bisa memandang sebentar ke depan kemudian tunduk ke bawah demi menjaga perasaan diri. "Ya Allah jagalah hati ini, dari fitnahya nafsu".

Sudah lengkaplah kegundahan hati ini. 
Seorang diri dikelilingi perempuan yang sangat banyak  bagiku adalah pengalaman pertama yang membuatku panas dingin abis!. Entahlah apa aku memang laki-laki normal, bila berdekatan dengan perempuan yang tak begitu aku kenal apalagi kemungkinan kalau itu aku mempunyai perasaan padanya, begitu susah dijelaskan, cuma malu saja yang bisa diungkapkan sementara ini. Sepatah katapun susah untuk diucapkan. Aku sudah tidak bisa berkutik apapun, hanya bisa memainkan jari-jemari sambil menoleh kanan kiri, itupun kalau jelas mau lihat apa. Pokoknya serba salah, ingin rasanya segera selesai, tapi pengisi acara Mbak Meyda Sefira memberikan arahan yang tidak bisa aku lewatkan sangat bagus untuk ke depannya, tentang awal karirnya terjun ke dunia perfilman yang pertana yaitu KCB, dilanjutkan Dalam Mihrab Cinta, dipaparkan dengan sangat apik dan mudah masuk dalam nalar jadi aku masih betah di dalam ruangan itu, seiringnya waktu acara aku menyesuaikan keadaan. Masih mengutak-atik jemariku yang penuh keringat dingin.

Bersambung..

0 komentar:

Posting Komentar

WEB KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan)

Recent Coment

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan)

KOPAJA (Komunitas Peduli Anak Jalanan)
Bagi yang ingin mengulurkan tangan sebagai donatur, silahkan kunjungi grup dan bergabung (Klik Gambar)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More